RADIO UNIVERSITAS AIRLANGGA
-Selamat datang kepada Mahasiswa Baru Universitas Airlangga 2014- -Selamat kepada tim Basket Putri Universitas Airlangga yang menjadi juara 1 Nasional dalam kompetisi LIMA 2014(Liga Mahasiswa) maju terus KESATRIA AIRLANGGA- -Selamat Kepada Universitas Airlangga atas Suksesnya Webomatrics UA naik ke peringkat 4 Nasional dan peringkat 1013 Dunia, Terimakasih atas kerjasama semua pihak- -anda ingin berbagi informasi, kirim salam atau ingin menyampaikan keluhan tentang pelayanan dan insfrastruktur di Universitas Airlangga, langsung saja tuliskan di chat box www.radiounair.com, atau gabung di on line telp 031-5921964, sms 087851555152- - Selamat kepada Wisudawan Universitas Airlangga periode Agustus 2014, Jaya Selalu Satria Airlangga - - lebih dekat dengan radio unair yuk, caranya mudah tinggal download aja aplikasinya dari aplication store di BB atau Android kamu. mau request atau gabung di acaranya juga? tinggal mention di fb atau twitternya @radiounair - - PERHATIAN: harap berhati-hati dengan penipuan mengatasnamakan pimpinan Universitas Airlangga, jika ada informasi meragukan hubungi PIH-UNAIR: 031 5915551 - - anda sedang mendengarkan siaran streaming radiounair.com - the edutainment radio in Surabaya -
 
PIH UNAIR
08:00 Beranda Pagi
10:00 SAGA (Seputar Airlangga)
11:30 HSC (Health and Science Center)
13:00 FRESLIS
14:30 Whats New?
16:00 Beranda Sore
19:00 Teman Malam
Latest News
 
Bagi-bagi Bibit Tanaman untuk Bumi

SURABAYA, WARTA UNAIR - Memperingati Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April setiap tahunnya, banyak pihak berupaya menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan dengan beragam cara. Salah satunya adalah Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam FEB UA yang melakukan aksi bertajuk ‘Save Our Earth’ dalam acara Car Free Day (CFD) di sepanjang Jalan Raya Darmo (20/4). 

HIMA Ekonomi Islam membagikan bibit-bibit pohon kepada masyarakat dengan syarat setiap bibit pohon ditukar dengan tiga botol minuman bekas. Total ada 200 pohon berbagai jenis yang dibagikan. Selain membagikan bibit pohon, panitia juga menginisiasi penandatanganan petisi yang berisi seruan untuk menyelamatkan bumi.

Banyak pengunjung mengapresiasi diadakannya acara tersebut. Salah seorang pengunjung, Bambang Sulistiono, menyatakan bahwa acara tersebut sangat positif dan merupakan salah satu wujud kontribusi dalam upaya penghijauan Kota Surabaya. Hal senada disampaikan oleh Netty S, salah seorang pengunjung lainnya.

“Acara ini sangat bagus. Selain bermanfaat dalam rangka penghijauan, beberapa bibit pohon yang dibagikan seperti bibit pohon cabe sangat berguna bagi saya sebagai ibu rumah tangga”, ujar Netty sumringah.

Selain pembagian bibit pohon dan penandatanganan petisi menyelamatkan bumi, acara ‘Save Our Earthini juga dimeriahkan dengan penampilan akustik dari mahasiswa Ekonomi Islam FEB UA. Penerima beasiswa Pertamina Sobat Bumi juga turut mengisi talkshow yang juga digelar dalam acara tersebut. 

Marissa Ayu Andarini, salah seorang panitia menyatakan bahwa acara ini merupakan salah satu bentuk kepedulian HIMA Ekonomi Islam terhadap lingkungan yang bertujuan mengajak masyarakat untuk peduli dengan alam. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa acara ini selaras dengan tujuan penghijauan yang telah digagas oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Disinggung mengenai alasan mengadakan acara ‘Save Our Earth’ ini di lokasi CFD, Marissa mengatakan bahwa hal ini memang disengaja untuk menyasar berbagai komunitas yang banyak berkumpul di acara Car Free Day sehingga kepedulian terhadap lingkungan adalah bentuk kepedulian bersama lintas komunitas. Lebih lanjut, acara ini menurutnya juga menjadi salah satu sarana mengenalkan ekonomi Islam di tengah masyarakat. Hal ini tercermin dari slogan ‘Hijaukan Bumi Kita, Bumikan Ekis Kita’ yang menjadi tagline acara ini. (yda)

 
Pengabdian Masyarakat BEM FIB UNAIR - Kelas Matahari Menyinari SD Kertajaya

FIB, WARTA UNAIR – Pengabdian masyarakat tak henti-hentinya dilakukan oleh sivitas akademika Unair. Kali ini, BEM FIB Unair memiliki program bernama Kelas Matahari. Kelas matahari adalah program kerja Kementerian Pengabdian Masyarakat BEM FIB Unair dengan memberikan pendidikan bagi anak-anak sekolah dasar.

Salah satu SD yang menjadi sasaran Kelas Matahari adalah SD Negeri Kertajaya. Sekolah tersebut menjadi angkatan kedua pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh BEM FIB Unair. Pembukaan kelas matahari pada Sabtu (29/3) berjalan sukses dan penuh antusiasme. Siswa-siswi kelas tiga antusias mengikuti pembukaan acara tersebut. Bahkan sebelum pembukaan acara dimulai, para siswa dan siswi telah berinteraksi dengan games dari kakak-kakak pendidik Kelas Matahari.

Pembukaan Kelas Matahari tersebut dimulai dengan perkenalan masing-masing relawan. Tak hanya itu, acara pembukaan dilanjutkan dengan penampilan dari Yosakoi yang membuat anak-anak terkagum. Setelah itu, dilanjutkan pula dengan pemberian motivasi melalui dongeng yang ditampilkan oleh tim IMAGI (tim dongeng dengan peragaan boneka tangan)  FIB Unair. Dongeng tersebut bercerita tentang seorang anak yang bermimpi untuk menjadi seorang insinyur, yang diharapkan bisa memotivasi siswa-siswi untuk bercita-cita yang tinggi. 

Pihak sekolah menyambut baik adanya Kelas Matahari. Mereka berharap Kelas Matahari ini dapat memberikan motivasi dan membantu mengembangkan potensi dari murid–murid SD Kertajaya tersebut. Selama dua bulan, siswa dan siswi kelas III ini akan mengikuti semua kegiatan yang telah disusun oleh kelas matahari yaitu #loveAplan, JALASERU, KPED, SNSD – Saving Cancer and Saving Dreams.

Dimas Nur A, Menteri Pengabdian Masyarakat BEM FIB yang juga salah satu pemrakarsa Kelas Matahari mengungkapkan tujuan dari kelas matahari ini adalah melakukan penanaman karakter untuk berani bermimpi, cinta tanah air, dan bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa.

Kami memilih sekolah dasar karena di masa sekolah dasar adalah masa penanaman ideologi. Di masa itulah masa keemasan,” menurut Dimas.

#loveAplan adalah salah satu program di minggu pertama yang dimulai pada Sabtu (29/3) dimana siswa dan siswi mengisi kartu yang berisi rencana masa depan, pemberian motivasi tentang cita-cita dan mimpi bersama yang dituliskan di kertas dan kain putih.  Cita–cita dan mimpi  yang dituliskan di kain putih tersebut ditempelkan pada balon masing–masing siswa-siswi sekolah dasar.  Program ini dilaksanakan pada minggu pertama yang ditutup dengan menerbangkan balon dengan cita–cita peserta Kelas Matahari. Untuk minggu depan pada Sabtu (5/4) akan dilanjutkan dengan JALASERU ke planetarium dan museum pahlawan. (din)

 
Kerjasama Empat Peneliti Internasional dalam Sebulan

REKTORAT, WARTA UNAIR – Universitas Airlangga kembali kedatangan peneliti tamu dari negara lain. Sebanyak empat peneliti dari negara Amerika Serikat, Jepang, dan Australia melakukan kerjasama penelitian di bidang biokimia, kebudayaan, dan keperawatan. Selain peneliti, Unair juga menerima kedatangan dua mahasiswa internasional yang berasal dari Ubon Ratchathani Rajabhat University (UBRU), Thailand, dan sepuluh mahasiswa internasional dari Flinders University, Australia.

Keempat peneliti itu adalah Michiko Takahasi dari Tokyo Denki University, Dr. Carleitta Paige Anderson dari Virginia Union University dalam rangka program AMINEF, dan peneliti Flinders University dalam rangka Asia Bound Grant Program AUSAID. Kedatangan Michiko, Carleitta, dan dua mahasiswa UBRU diterima langsung oleh Direktur Pendidikan Unair Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, dra., M.Si. pada Jumat (4/4) di Ruang Sidang A kantor Manajemen Unair Kampus C. Sedangkan dua peneliti asal Flinders University diterima langsung Wakil Rektor III Prof. Soetjipto, dr., MS., PhD pada Senin (7/4) di tempat yang sama.

Dalam sambutannya, Nyoman mengatakan ini pertama kalinya Unair menerima tiga tamu sekaligus dalam satu bulan. Pihaknya berharap keempat peneliti itu bisa membagi ilmu pengetahuan yang dimilikinya kepada mahasiswa dan dosen terkait subjek penelitian tersebut. Misalnya, kepada Carleitta peneliti biokimia asal Virginia, Nyoman menginstruksikan agar berbagi pengetahuan seputar perkembangan penelitian biokimia di AS.

“Sharing saja bagaimana perkembangan penelitian biokimia di AS, diskusi dengan dosen-dosen. Karena field biokimia it bisa dipelajari di kedokteran, perikanan dan kelautan, dan sebagainya. Sedangkan kepada Michiko dari Tokyo Denki University, untuk memberikan pengetahuan kebudayaan Jepang. Untuk UBRU Thailand, kami tahu bahwa Thailand belajar bahasa Indonesia, tapi mengapa Indonesia tidak belajar bahasa Thailand. Saya dengar Thailand adalah salah satu bahasa yang sulit,” ujar Direktur Pendidikan itu kepada dua peneliti dan dua mahasiswa yang hadir saat itu.

Dari Australia, sepuluh mahasiswa dan dua peneliti asal Flinders University tertarik untuk kerjasama penelitian terhadap penderita HIV/AIDS terhadap para pekerja bangunan. Tim peneliti Fakultas Keperawatan, Purwaningsih, S.Kp., M.Kes, Nuzul Qur’aniati, S.Kep.Ns, Ferry Efendi, S.Kep., Ns., M.Sc., bekerjasama dengan Prof. Dr. Nasronuddin, dr., Sp.PD-KPTI dari Institute of Tropical Disease (ITD) akan melakukan workshop dan pemeriksaan kesehatan kepada para kuli bangunan di sekitar kampus Unair. Selain itu mereka juga melakukan kunjungan ke puskesmas  dan LSM-LSM untuk melakukan penelitian tentang kasus HIV/AIDS.

Nuzul Qur’aniati, S.Kep.Ns., salah seorang dosen yang tergabung dalam penelitian ini menjelaskan bahwa kerjasama antara Australia dengan FKP sudah dilakukan sejak 2013. Penelitian dosen FKP tentang kasus HIV/AIDS pada kalangan kuli bangunan ternyata menarik mereka untuk datang ke Unair.

“Mereka tahu kalau Unair punya ITD sebagai pusat penyakit tropis,” jelas Nuzul. (dss/ind)

 
Unair jadi Tuan Rumah Pameran Pendidikan Se-ASEAN dan Asia Timur
REKTORAT, WARTA UNAIR – Sebelas perguruan tinggi di ASEAN dan Asia Timur yang tergabung dalam

ASEAN University Networking (AUN) menyelenggarakan pameran pendidikan di Unair, tepatnya di selasar lantai empat kantor manajemen kampus C Unair, Kamis (6/3). Pameran pendidikan yang digelar sejak Kamis hingga esok Jumat (7/3) dibuka oleh Wakil Rektor III Unair Prof. Sutjipto, dr., MS., PhD, Direktur Eksekutif AUN Prof Dr. Nantana Gajaseni, Ph.D, dan Sekretaris Jenderal AUN Junaedi dari Universitas Indonesia.

Sebelas perguruan tinggi yang mengikuti pameran pendidikan itu adalah Universitas Airlangga, Chulalongkorn University (Thailand), Universiti Brunei Darussalam (Brunei Darussalam), Vietnam National University (Vietnam), Mahidol University (Thailand), De La Salle University (Filiphina), Universitas Indonesia, Chiba University (Jepang), dan Prince of Songkla University (Thailand).

Penyelenggaraan pameran pendidikan perguruan tinggi yang tergabung dalam AUN ini merupakan pengalaman pertama bagi Unair. “Kerjasama dengan perguruan tinggi di lingkup regional, bagi Unair, merupakan langkah penguatan Unair menuju World Class University,” ungkap Wakil Rektor III Unair itu.

Bersama dengan kesebelas perguruan tinggi tersebut, mereka bekerjasama untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa strata satu dan jenjang setelahnya melalui program ATCS (ASEAN – Credit Transfer System). Melalui program ATCS, para mahasiswa mampu menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman bersama dengan mahasiswa lain, melalui program pertukaran pelajar, dalam jaringan perguruan tinggi yang tergabung dalam AUN, dengan sistem transfer kredit yang sama besarnya. “Kita berharap Unair tetap fleksibel sehingga dapat menerima mahasiswa di ASEAN ini,” tutur Soetjipto.

Langkah penguatan jaringan perguruan tinggi di ASEAN-China, Jepang, dan Korea Selatan ini menjawab tantangan penyediaan ruang pendidikan bagi para mahasiswa. Nantana mengakui bahwa animo mahasiswa di ASEAN lebih memilih menambah ilmu pengetahuan di kawasan Eropa. “Kita (AUN, red) di sini lebih menggiatkan mobilitas mahasiswa di kawasan ASEAN. Sehingga, salah satunya adalah memperbanyak beasiswa dan informasi di perguruan tinggi di ASEAN. Harapannya, dengan semakin banyak mahasiswa yang mengikuti pertukaran ini, tidak hanya meningkatkan pengetahuan akademik saja, tetapi juga menambah pengalaman bersama dengan mahasiswa internasional yang lain,” ujar Direktur Eksekutif AUN.

Menurut Nantana, tujuan dari kerjasama perguruan tinggi di ASEAN, dan beberapa negara di Asia Timur, bisa tercapai dengan adanya komitmen dan partisipasi dari anggota AUN itu. Tujuan tersebut dibuktikan dengan bertambahnya anggota AUN dari tiga negara di Asia Timur, dan sejumlah negara di Eropa. “AUN yang awalnya beranggotakan negara-negara di ASEAN, sekarang bertambah tiga lagi dari Asia Timur, dan negara di Uni Eropa. Selain itu, Unair juga telah menjadi tuan rumah yang baik dalam pameran pendidikan ini. Hal ini melebihi ekspektasi saya,” terang Nantana. Dss
 
Kendalikan Obesitas dengan Resep Istimewa UA
LPPM – Warta Unair

Obesitas merupakan salah satu permasalahan yang terjadi di berbagai negara, baik negara maju ataupun negara berkembang. Berat badan yang berlebih bukan hanya akan menghambat aktivitas,melainkan juga menyebabkan berbagai macam penyakit, salah satunya diabetes.“Obesitas terjadi dimana-mana, bahkan sekitar 90% orang yang mengalami obesitas,biasanya juga terkena diabetes,” ujar Dr.Djoko Agus Purwanto,Apt., M.Si.

Universitas Airlangga (UA) berupaya untuk menghadapi permasalahan obesitas yang semakin meningkat.Salah satunyadengan Indonesian Traditional Herbs Formula 1 (ITHF1). ITHF1 merupakan obat-obatan yang terbuat dari bahan alami,sehingga tidak ada efek samping yang akan merusak tubuh.

“Indonesian Traditional Herbs Formula 1 atau yang biasa kami sebut ITHF1 merupakan obat-obatantradisional. Ada 6 bahan yang kami kombinasikan dalam ITHF1. Kombinasi tersebut efektif untukmenurunkan berat badan,” terang beliau

Dr. Djoko Agus Purwanto, Apt., M.Si.yang juga berperan sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Mayarakat (LPPM) UA menjelaskan bahwa keenam bahan alami yang terdapat dalam ITHF1 dapat menurunkan berat badan yang berlebihan. Salah satunya bahan yang ada dalam ITHF1 yakni teh hijau. Teh hijau bersifat thermogenic yang dapat mengubah glukosa menjadi energi.Teh hijau juga mengandung Epigalo Katekin Galat (EGCG) yang memberi banyak antioksidan jika dibandingkan dengan jenis teh lainnya. Kadar EGCG yang tinggi dapat meningkatkan laju kecepatan metabolisme pada tubuh.

“Salah satu bahan yang kami gunakan adalah teh hijau. Teh hijau merupakan salah satu bahan yang efektif untuk menghancurkan obesitas. Teh hijau juga termasuk ke dalam obat herbal yang bersifat sebagai penawar,sehingga tanpa efek samping,” jelas Dr. Djoko Agus Purwanto, Apt., M.Si.

Banyak mitos yang beredar seputar teh, baik teh hijau maupun jenis teh lainnya. Teh dianggap memberikan endapan pada tubuh yang dapat menyebabkan penyakit ginjal, usus buntu dan lainnya.
Padahal teh bersifat mudah larut pada asam seperti yang terkandung pada lambung, sehingga tidak ada endapan yang menyebabkan penyakit ginjal ataupun usus buntu.

Teh hijau yang dikombinasikan dengan kelima bahan alami lainnya dalam ITHF1 telah diuji di Kobe Womens University. Pengujian tersebut dilakukan pada Tikus yang telah digemukkan dengan diet tinggi fruktosa atau Fructose Feed Rat (FFR). Hasil dari pengujian sampel tersebut, ITHF1 berhasil menurunkan berat badan tikus, khususnya pada tikus betina.

Saat ini UA berusaha untuk melakukan uji klinis yang memerlukan 265 orang yang mencoba
ITHF1. Setelah lulus uji klinis, UA akan bekerja sama dengan industri farmasi untuk memproduksi ITHF1
agar dapat dinikmati oleh orang yang mengalamai obesitas. Selamat tinggal obesitas!. (est)
 
Live Streaming
Audio Streaming
Chat Box