RADIO UNIVERSITAS AIRLANGGA
- Selamat kepada PSUA yg berhasil menjuarai perlombaan kelas dunia yaitu Juara 1 untuk kategori Folk Song dan Juara 3 untuk kategori Early Music - - Selamat Kepada Universitas Airlangga atas Suksesnya Webomatrics UA naik ke peringkat 4 Nasional dan peringkat 1013 Dunia, Terimakasih atas kerjasama semua pihak - - anda sedang mendengarkan siaran streaming radiounair.com - the edutainment radio in Surabaya - - PERHATIAN: harap berhati-hati dengan penipuan yang mengatasnamakan pimpinan Universitas Airlangga, jika ada informasi meragukan hubungi PIH-UNAIR: 031 5915551 -
 
PIH UNAIR
08:00 Beranda Pagi
10:00 SAGA (Seputar Airlangga)
11:30 HSC (Health and Science Center)
13:00 whats new?
14:30 Kacamata Pakar
16:00 Beranda Sore
19:00 Teman Malam
Latest News
 
Tingkat Keketatan Seleksi Masuk UNAIR Rata-rata Satu Banding Sebelas

Tahun akademik 2015/2016 akan segera dimulai. Dalam rangka penerimaan mahasiswa baru (PMB) itu Universitas Airlangga membuka tiga jalur, yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Seleksi Mandiri. Dari ketiga jalur tersebut, SNMPTN telah mendapatkan hasil akhir dan para calon mahasiswa yang lolos SNMPTN melakukan daftar ulang pada 9 Juni lalu.

Dalam seleksi PMB ini, semua program studi di UNAIR masuk kategori A, hal ini dikarenakan jumlah peminat dalam setiap program studi lebih besar dibandingkan dengan kuota yang disediakan. Hal inilah kemudian yang mendasari kebijakan bahwa UNAIR hanya menyeleksi peserta yang memilih UNAIR sebagai PTN pilihan pertama.

“Ketika melakukan sosialisasi ke SMA-SMA, kami selalu sampaikan bahwa UNAIR hanya akan menyeleksi peserta yang memilih UNAIR sebagai PTN pilihan pertama. Karena tingkat keketatannya sendiri sudah sangat tinggi, rata-rata 1:11. Sehingga jika masih mempertimbangkan peserta yang memilih UNAIR sebagai PTN pilihan kedua, kasihan perguruan tinggi yang lain. Ya supaya ada pemerataan pendidikan juga,” jelas Prof. Dr. Bambang Sektiari Lukiswanto, drh., DEA., Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) UNAIR.  

Kendati kuota penerimaan mahasiswa dari masing-masing jalur sudah ditentukan, SNMPTN dengan kuota 50%, SBMPTN kuota 30%, dan jalur Mandiri kuota 20%, nyatanya tidak semua calon mahasiswa yang dinyatakan lolos seleksi melakukan daftar ulang. Dari total daya tampung SNMPTN sebesar 2.603, jumlah mahasiswa yang melakukan daftar ulang hanya 2.506.

Program studi yang daftar ulangnya seratus persen adalah Pendidikan Dokter, Pendidikan Apoteker, Ekonomi Islam, Kimia, Ilmu dan Teknologi Lingkungan, Statistika, Budidaya Perairan, dan Sastra Jepang. Sementara prodi dari bidang IPA yang daftar ulangnya paling rendah adalah Teknologi Industri Hasil Perikanan (93%) dan prodi dari bidang IPS yang daftar ulangnya paling rendah adalah Ilmu Sejarah dan Sastra Indonesia (88%).

Sedangkan prodi di PDD Banyuwangi yang daftar ulangnya terbesar adalah Kesehatan Masyarakat (92%) dan yang terkecil Akuntansi (76%). Pada prodi-prodi selain yang telah disebutkan tadi, rata-rata persentase mahasiswa yang melakukan daftar ulang adalah 96%. 

Dikatakan oleh Guru Besar FKH UNAIR ini bahwa pihaknya selalu menyajikan data keketatan seleksi dan akreditasi masing-masing program studi di website: ppmb.unair.ac.id agar para calon mahasiswa dan orang tua bisa memilih jurusan secara rasional.

“Harapannya agar para orangtua tidak memaksakan kehendak kepada anak, dan anak bisa memilih jurusan yang diminati sesuai kemampuannya,” papar Prof. Bambang.

Sebagaimana tidak semua peserta yang dinyatakan lolos seleksi melakukan daftar ulang, maka sisa kuota akan diisi oleh mahasiswa dari jalur Mandiri.

“Jumlah peserta yang lolos SNMPTN dan SBMPTN sudah sesuai dengan target yang ditentukan, yaitu 50% dan 20%. Namun biasanya akan ada sedikit kekurangan, karena ada yang tidak melakukan daftar ulang. Kekurangan tersebut nantinya dialihkan untuk seleksi jalur mandiri. Bukan berarti kita melebih-lebihkan kuota jalur mandiri, tetapi agar sarana prasarana dan sumber daya yang sudah disiapkan UNAIR sesuai dengan kuota mahasiswa baru tidak sia-sia dan agar kesempatan belajar tersebut bisa dimanfaatkan seluas-luasnya oleh calon mahasiswa,” jelasnya.

Sebelum melaksanakan ujian Mandiri, PPMB akan berkoordinasi dengan Direktorat Kemahasiswaan untuk melakukan rekapitulasi jumlah mahasiswa dari jalur SNMPTN dan SBMPTN yang sudah melakukan daftar ulang agar kuota jalur Mandiri dapat ditetapkan.

Seleksi jalur Mandiri dilaksanakan satu kali saja, yaitu pada 12 Juli 2015. Peserta yang memilih bidang IPA atau IPS dapat memilih dua prodi, sedangkan yang memilih bidang IPC dapat memilih empat program studi. Seleksi penerimaan dari jalur mandiri juga memungkinkan peserta dari jurusan IPS yang ingin mengambil program studi yang basisnya ilmu alam (IPA).

“Tidak ada batasan bagi siswa jurusan IPS yang ingin memilih prodi eksak, asalkan lolos seleksi pasti akan diterima,” jelas Prof. Bambang Sektiari.

 

 
Live Streaming
Audio Streaming
Chat Box