RADIO UNIVERSITAS AIRLANGGA
-Semangat dan semoga sukses bagi anda peserta SBNMPTN 2014- -Selamat kepada Universitas Airlangga yang masuk ranking Top 200 Asia University pada posisi ke-127 (urutan ke-3 nasional) versi QS- -Selamat kepada tim Basket Putri Universitas Airlangga yang menjadi juara 1 Nasional dalam kompetisi LIMA 2014(Liga Mahasiswa) maju terus KESATRIA AIRLANGGA- -Selamat Kepada Universitas Airlangga atas Suksesnya Webomatrics UA naik ke peringkat 4 Nasional dan peringkat 1013 Dunia, Terimakasih atas kerjasama semua pihak- -anda ingin berbagi informasi, kirim salam atau ingin menyampaikan keluhan tentang pelayanan dan insfrastruktur di Universitas Airlangga, langsung saja tuliskan di chat box www.radiounair.com, atau gabung di on line telp 031-5921964, sms 087851555152- -Selamat Kepada Universitas Airlangga atas Suksesnya Surveillance Audit AIMS dengan standar ISO 9001:2008 guide line IWA 2: 2007 yang terdiri dari 32 unit kerja (termasuk program studi) oleh BSI group pada tanggal 25 s.d 28 Nopember 2013.- - Selamat kepada Wisudawan Universitas Airlangga periode Maret 2014, Jaya Selalu Satria Airlangga - - lebih dekat dengan radio unair yuk, caranya mudah tinggal download aja aplikasinya dari aplication store di BB atau Android kamu. mau request atau gabung di acaranya juga? tinggal mention di fb atau twitternya @radiounair - -Selamat kepada Kontingen Universitas Airlangga atas kesuksesan sebagai Peringkat 2 di Pekan Ilmiah Mahasiswa 2013, JAYA SELALU KESATRIA AIRLANGGA- - PERHATIAN: harap berhati-hati dengan penipuan mengatasnamakan pimpinan Universitas Airlangga, jika ada informasi meragukan hubungi PIH-UNAIR: 031 5915551 - - anda sedang mendengarkan siaran streaming radiounair.com - the edutainment radio in Surabaya -
 
PIH UNAIR
08:00 Beranda Pagi
09:00 SAGA (Seputar Airlangga)
10:00 HSC (Health and Science Center)
11:00 Kacamata Pakar
13:30 Serambi Ramadhan
Latest News
 
Bagi-bagi Bibit Tanaman untuk Bumi

SURABAYA, WARTA UNAIR - Memperingati Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April setiap tahunnya, banyak pihak berupaya menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan dengan beragam cara. Salah satunya adalah Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam FEB UA yang melakukan aksi bertajuk ‘Save Our Earth’ dalam acara Car Free Day (CFD) di sepanjang Jalan Raya Darmo (20/4). 

HIMA Ekonomi Islam membagikan bibit-bibit pohon kepada masyarakat dengan syarat setiap bibit pohon ditukar dengan tiga botol minuman bekas. Total ada 200 pohon berbagai jenis yang dibagikan. Selain membagikan bibit pohon, panitia juga menginisiasi penandatanganan petisi yang berisi seruan untuk menyelamatkan bumi.

Banyak pengunjung mengapresiasi diadakannya acara tersebut. Salah seorang pengunjung, Bambang Sulistiono, menyatakan bahwa acara tersebut sangat positif dan merupakan salah satu wujud kontribusi dalam upaya penghijauan Kota Surabaya. Hal senada disampaikan oleh Netty S, salah seorang pengunjung lainnya.

“Acara ini sangat bagus. Selain bermanfaat dalam rangka penghijauan, beberapa bibit pohon yang dibagikan seperti bibit pohon cabe sangat berguna bagi saya sebagai ibu rumah tangga”, ujar Netty sumringah.

Selain pembagian bibit pohon dan penandatanganan petisi menyelamatkan bumi, acara ‘Save Our Earthini juga dimeriahkan dengan penampilan akustik dari mahasiswa Ekonomi Islam FEB UA. Penerima beasiswa Pertamina Sobat Bumi juga turut mengisi talkshow yang juga digelar dalam acara tersebut. 

Marissa Ayu Andarini, salah seorang panitia menyatakan bahwa acara ini merupakan salah satu bentuk kepedulian HIMA Ekonomi Islam terhadap lingkungan yang bertujuan mengajak masyarakat untuk peduli dengan alam. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa acara ini selaras dengan tujuan penghijauan yang telah digagas oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Disinggung mengenai alasan mengadakan acara ‘Save Our Earth’ ini di lokasi CFD, Marissa mengatakan bahwa hal ini memang disengaja untuk menyasar berbagai komunitas yang banyak berkumpul di acara Car Free Day sehingga kepedulian terhadap lingkungan adalah bentuk kepedulian bersama lintas komunitas. Lebih lanjut, acara ini menurutnya juga menjadi salah satu sarana mengenalkan ekonomi Islam di tengah masyarakat. Hal ini tercermin dari slogan ‘Hijaukan Bumi Kita, Bumikan Ekis Kita’ yang menjadi tagline acara ini. (yda)

 
Pengabdian Masyarakat BEM FIB UNAIR - Kelas Matahari Menyinari SD Kertajaya

FIB, WARTA UNAIR – Pengabdian masyarakat tak henti-hentinya dilakukan oleh sivitas akademika Unair. Kali ini, BEM FIB Unair memiliki program bernama Kelas Matahari. Kelas matahari adalah program kerja Kementerian Pengabdian Masyarakat BEM FIB Unair dengan memberikan pendidikan bagi anak-anak sekolah dasar.

Salah satu SD yang menjadi sasaran Kelas Matahari adalah SD Negeri Kertajaya. Sekolah tersebut menjadi angkatan kedua pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh BEM FIB Unair. Pembukaan kelas matahari pada Sabtu (29/3) berjalan sukses dan penuh antusiasme. Siswa-siswi kelas tiga antusias mengikuti pembukaan acara tersebut. Bahkan sebelum pembukaan acara dimulai, para siswa dan siswi telah berinteraksi dengan games dari kakak-kakak pendidik Kelas Matahari.

Pembukaan Kelas Matahari tersebut dimulai dengan perkenalan masing-masing relawan. Tak hanya itu, acara pembukaan dilanjutkan dengan penampilan dari Yosakoi yang membuat anak-anak terkagum. Setelah itu, dilanjutkan pula dengan pemberian motivasi melalui dongeng yang ditampilkan oleh tim IMAGI (tim dongeng dengan peragaan boneka tangan)  FIB Unair. Dongeng tersebut bercerita tentang seorang anak yang bermimpi untuk menjadi seorang insinyur, yang diharapkan bisa memotivasi siswa-siswi untuk bercita-cita yang tinggi. 

Pihak sekolah menyambut baik adanya Kelas Matahari. Mereka berharap Kelas Matahari ini dapat memberikan motivasi dan membantu mengembangkan potensi dari murid–murid SD Kertajaya tersebut. Selama dua bulan, siswa dan siswi kelas III ini akan mengikuti semua kegiatan yang telah disusun oleh kelas matahari yaitu #loveAplan, JALASERU, KPED, SNSD – Saving Cancer and Saving Dreams.

Dimas Nur A, Menteri Pengabdian Masyarakat BEM FIB yang juga salah satu pemrakarsa Kelas Matahari mengungkapkan tujuan dari kelas matahari ini adalah melakukan penanaman karakter untuk berani bermimpi, cinta tanah air, dan bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa.

Kami memilih sekolah dasar karena di masa sekolah dasar adalah masa penanaman ideologi. Di masa itulah masa keemasan,” menurut Dimas.

#loveAplan adalah salah satu program di minggu pertama yang dimulai pada Sabtu (29/3) dimana siswa dan siswi mengisi kartu yang berisi rencana masa depan, pemberian motivasi tentang cita-cita dan mimpi bersama yang dituliskan di kertas dan kain putih.  Cita–cita dan mimpi  yang dituliskan di kain putih tersebut ditempelkan pada balon masing–masing siswa-siswi sekolah dasar.  Program ini dilaksanakan pada minggu pertama yang ditutup dengan menerbangkan balon dengan cita–cita peserta Kelas Matahari. Untuk minggu depan pada Sabtu (5/4) akan dilanjutkan dengan JALASERU ke planetarium dan museum pahlawan. (din)

 
Kerjasama Empat Peneliti Internasional dalam Sebulan

REKTORAT, WARTA UNAIR – Universitas Airlangga kembali kedatangan peneliti tamu dari negara lain. Sebanyak empat peneliti dari negara Amerika Serikat, Jepang, dan Australia melakukan kerjasama penelitian di bidang biokimia, kebudayaan, dan keperawatan. Selain peneliti, Unair juga menerima kedatangan dua mahasiswa internasional yang berasal dari Ubon Ratchathani Rajabhat University (UBRU), Thailand, dan sepuluh mahasiswa internasional dari Flinders University, Australia.

Keempat peneliti itu adalah Michiko Takahasi dari Tokyo Denki University, Dr. Carleitta Paige Anderson dari Virginia Union University dalam rangka program AMINEF, dan peneliti Flinders University dalam rangka Asia Bound Grant Program AUSAID. Kedatangan Michiko, Carleitta, dan dua mahasiswa UBRU diterima langsung oleh Direktur Pendidikan Unair Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, dra., M.Si. pada Jumat (4/4) di Ruang Sidang A kantor Manajemen Unair Kampus C. Sedangkan dua peneliti asal Flinders University diterima langsung Wakil Rektor III Prof. Soetjipto, dr., MS., PhD pada Senin (7/4) di tempat yang sama.

Dalam sambutannya, Nyoman mengatakan ini pertama kalinya Unair menerima tiga tamu sekaligus dalam satu bulan. Pihaknya berharap keempat peneliti itu bisa membagi ilmu pengetahuan yang dimilikinya kepada mahasiswa dan dosen terkait subjek penelitian tersebut. Misalnya, kepada Carleitta peneliti biokimia asal Virginia, Nyoman menginstruksikan agar berbagi pengetahuan seputar perkembangan penelitian biokimia di AS.

“Sharing saja bagaimana perkembangan penelitian biokimia di AS, diskusi dengan dosen-dosen. Karena field biokimia it bisa dipelajari di kedokteran, perikanan dan kelautan, dan sebagainya. Sedangkan kepada Michiko dari Tokyo Denki University, untuk memberikan pengetahuan kebudayaan Jepang. Untuk UBRU Thailand, kami tahu bahwa Thailand belajar bahasa Indonesia, tapi mengapa Indonesia tidak belajar bahasa Thailand. Saya dengar Thailand adalah salah satu bahasa yang sulit,” ujar Direktur Pendidikan itu kepada dua peneliti dan dua mahasiswa yang hadir saat itu.

Dari Australia, sepuluh mahasiswa dan dua peneliti asal Flinders University tertarik untuk kerjasama penelitian terhadap penderita HIV/AIDS terhadap para pekerja bangunan. Tim peneliti Fakultas Keperawatan, Purwaningsih, S.Kp., M.Kes, Nuzul Qur’aniati, S.Kep.Ns, Ferry Efendi, S.Kep., Ns., M.Sc., bekerjasama dengan Prof. Dr. Nasronuddin, dr., Sp.PD-KPTI dari Institute of Tropical Disease (ITD) akan melakukan workshop dan pemeriksaan kesehatan kepada para kuli bangunan di sekitar kampus Unair. Selain itu mereka juga melakukan kunjungan ke puskesmas  dan LSM-LSM untuk melakukan penelitian tentang kasus HIV/AIDS.

Nuzul Qur’aniati, S.Kep.Ns., salah seorang dosen yang tergabung dalam penelitian ini menjelaskan bahwa kerjasama antara Australia dengan FKP sudah dilakukan sejak 2013. Penelitian dosen FKP tentang kasus HIV/AIDS pada kalangan kuli bangunan ternyata menarik mereka untuk datang ke Unair.

“Mereka tahu kalau Unair punya ITD sebagai pusat penyakit tropis,” jelas Nuzul. (dss/ind)

 
Unair jadi Tuan Rumah Pameran Pendidikan Se-ASEAN dan Asia Timur
REKTORAT, WARTA UNAIR – Sebelas perguruan tinggi di ASEAN dan Asia Timur yang tergabung dalam

ASEAN University Networking (AUN) menyelenggarakan pameran pendidikan di Unair, tepatnya di selasar lantai empat kantor manajemen kampus C Unair, Kamis (6/3). Pameran pendidikan yang digelar sejak Kamis hingga esok Jumat (7/3) dibuka oleh Wakil Rektor III Unair Prof. Sutjipto, dr., MS., PhD, Direktur Eksekutif AUN Prof Dr. Nantana Gajaseni, Ph.D, dan Sekretaris Jenderal AUN Junaedi dari Universitas Indonesia.

Sebelas perguruan tinggi yang mengikuti pameran pendidikan itu adalah Universitas Airlangga, Chulalongkorn University (Thailand), Universiti Brunei Darussalam (Brunei Darussalam), Vietnam National University (Vietnam), Mahidol University (Thailand), De La Salle University (Filiphina), Universitas Indonesia, Chiba University (Jepang), dan Prince of Songkla University (Thailand).

Penyelenggaraan pameran pendidikan perguruan tinggi yang tergabung dalam AUN ini merupakan pengalaman pertama bagi Unair. “Kerjasama dengan perguruan tinggi di lingkup regional, bagi Unair, merupakan langkah penguatan Unair menuju World Class University,” ungkap Wakil Rektor III Unair itu.

Bersama dengan kesebelas perguruan tinggi tersebut, mereka bekerjasama untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa strata satu dan jenjang setelahnya melalui program ATCS (ASEAN – Credit Transfer System). Melalui program ATCS, para mahasiswa mampu menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman bersama dengan mahasiswa lain, melalui program pertukaran pelajar, dalam jaringan perguruan tinggi yang tergabung dalam AUN, dengan sistem transfer kredit yang sama besarnya. “Kita berharap Unair tetap fleksibel sehingga dapat menerima mahasiswa di ASEAN ini,” tutur Soetjipto.

Langkah penguatan jaringan perguruan tinggi di ASEAN-China, Jepang, dan Korea Selatan ini menjawab tantangan penyediaan ruang pendidikan bagi para mahasiswa. Nantana mengakui bahwa animo mahasiswa di ASEAN lebih memilih menambah ilmu pengetahuan di kawasan Eropa. “Kita (AUN, red) di sini lebih menggiatkan mobilitas mahasiswa di kawasan ASEAN. Sehingga, salah satunya adalah memperbanyak beasiswa dan informasi di perguruan tinggi di ASEAN. Harapannya, dengan semakin banyak mahasiswa yang mengikuti pertukaran ini, tidak hanya meningkatkan pengetahuan akademik saja, tetapi juga menambah pengalaman bersama dengan mahasiswa internasional yang lain,” ujar Direktur Eksekutif AUN.

Menurut Nantana, tujuan dari kerjasama perguruan tinggi di ASEAN, dan beberapa negara di Asia Timur, bisa tercapai dengan adanya komitmen dan partisipasi dari anggota AUN itu. Tujuan tersebut dibuktikan dengan bertambahnya anggota AUN dari tiga negara di Asia Timur, dan sejumlah negara di Eropa. “AUN yang awalnya beranggotakan negara-negara di ASEAN, sekarang bertambah tiga lagi dari Asia Timur, dan negara di Uni Eropa. Selain itu, Unair juga telah menjadi tuan rumah yang baik dalam pameran pendidikan ini. Hal ini melebihi ekspektasi saya,” terang Nantana. Dss
 
Kendalikan Obesitas dengan Resep Istimewa UA
LPPM – Warta Unair

Obesitas merupakan salah satu permasalahan yang terjadi di berbagai negara, baik negara maju ataupun negara berkembang. Berat badan yang berlebih bukan hanya akan menghambat aktivitas,melainkan juga menyebabkan berbagai macam penyakit, salah satunya diabetes.“Obesitas terjadi dimana-mana, bahkan sekitar 90% orang yang mengalami obesitas,biasanya juga terkena diabetes,” ujar Dr.Djoko Agus Purwanto,Apt., M.Si.

Universitas Airlangga (UA) berupaya untuk menghadapi permasalahan obesitas yang semakin meningkat.Salah satunyadengan Indonesian Traditional Herbs Formula 1 (ITHF1). ITHF1 merupakan obat-obatan yang terbuat dari bahan alami,sehingga tidak ada efek samping yang akan merusak tubuh.

“Indonesian Traditional Herbs Formula 1 atau yang biasa kami sebut ITHF1 merupakan obat-obatantradisional. Ada 6 bahan yang kami kombinasikan dalam ITHF1. Kombinasi tersebut efektif untukmenurunkan berat badan,” terang beliau

Dr. Djoko Agus Purwanto, Apt., M.Si.yang juga berperan sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Mayarakat (LPPM) UA menjelaskan bahwa keenam bahan alami yang terdapat dalam ITHF1 dapat menurunkan berat badan yang berlebihan. Salah satunya bahan yang ada dalam ITHF1 yakni teh hijau. Teh hijau bersifat thermogenic yang dapat mengubah glukosa menjadi energi.Teh hijau juga mengandung Epigalo Katekin Galat (EGCG) yang memberi banyak antioksidan jika dibandingkan dengan jenis teh lainnya. Kadar EGCG yang tinggi dapat meningkatkan laju kecepatan metabolisme pada tubuh.

“Salah satu bahan yang kami gunakan adalah teh hijau. Teh hijau merupakan salah satu bahan yang efektif untuk menghancurkan obesitas. Teh hijau juga termasuk ke dalam obat herbal yang bersifat sebagai penawar,sehingga tanpa efek samping,” jelas Dr. Djoko Agus Purwanto, Apt., M.Si.

Banyak mitos yang beredar seputar teh, baik teh hijau maupun jenis teh lainnya. Teh dianggap memberikan endapan pada tubuh yang dapat menyebabkan penyakit ginjal, usus buntu dan lainnya.
Padahal teh bersifat mudah larut pada asam seperti yang terkandung pada lambung, sehingga tidak ada endapan yang menyebabkan penyakit ginjal ataupun usus buntu.

Teh hijau yang dikombinasikan dengan kelima bahan alami lainnya dalam ITHF1 telah diuji di Kobe Womens University. Pengujian tersebut dilakukan pada Tikus yang telah digemukkan dengan diet tinggi fruktosa atau Fructose Feed Rat (FFR). Hasil dari pengujian sampel tersebut, ITHF1 berhasil menurunkan berat badan tikus, khususnya pada tikus betina.

Saat ini UA berusaha untuk melakukan uji klinis yang memerlukan 265 orang yang mencoba
ITHF1. Setelah lulus uji klinis, UA akan bekerja sama dengan industri farmasi untuk memproduksi ITHF1
agar dapat dinikmati oleh orang yang mengalamai obesitas. Selamat tinggal obesitas!. (est)
 
Universitas Muhammadiyah Surabaya Jalin MoU dengan Unair
UMS Akan Buka Fakultas Kedokteran

Humas UNAIR:

 Universitas Airlangga siap memberikan bimbingan dan sharing tentang apapun mengenai
pengembangan Tri Dharma Pendidikan Tinggi terhadap Universitas Muhammadiyah Surabaya
(UMS). Hal itu tertuang dalam dalam Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU)
yang ditandatangani oleh kedua pihak pada hari Selasa, 4 Februari 2014 kemarin. Pihak Unair diwakili oleh Rektor Prof. Dr. H. Fasich, Apt., sedangkan pihak UMS diwakili oleh Rektor UMS Dr. dr.Sukadiono, M.M.

 “Unair siang untuk diajak sharing, dan kalau dinilai memiliki keunggulan, dilihat memiliki pengalaman, atau kelebihan, maka silakan kalau mau sharing tentang apapun yang kami miliki di Unair,” kata Rektor Unair Prof. Fasich ketika membuka pertemuan dua universitas beda kasta ini.
Sebab bukan sekali ini saja Unair memberikan sharing dan bimbingan kepada perguruan tinggi swasta. Dan, MoU antara Unair dengan UMS ini berlaku selama tiga tahun sejak ditandatangani MoU ini.

 Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya Dr. dr. Sukadiono, MM., mengatakan, pihaknya
akan melakukan pengembangan di semua bidang dalam Tri Dharma Pendidikan tinggi, baik di bidang penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat. Sedangkan memilih pembinaan dari Unair karena PTN Badan Hukum ini karena terkemuka, memiliki reputasi dan pengalaman yang bagus, selain juga faktor kedekatan lokasi sehingga akan mempermudah kerjasama.

 Selain itu pihaknya dalam waktu kedepan ini juga akan mengembangan program studi, yaitu membuka Fakultas Kedokteran, sedang FK Unair saat ini sudah berusia 100 tahun (1 abad) sehingga jelas-jelas memiliki reputasi dan pengalaman yang sangat berharga untuk dicontoh.

 Ditambahkan oleh Sukadiono, alumnus FK Unair tahun 1987 itu, untuk mempersiapkan
pembukaan Fakultas Kedokteran di UMS itu, saat ini sebuah Tim Persiapan FK UMS sudah dibentuk dengan diketuai oleh Dr. Yusuf Wibisono, Sp.P(K). Tim ini tugasnya mempersiapkan segala yang diperlukan, baik sarana dan prasarananya dan terutama sumber daya pengajar-pengajarnya, dimana dari Unair menyarankan pada tahap semester pertama setidaknya harus sudah siap SDM untuk empat bidang, yakni bagian anatomi, patologi, faal, dan biokimia.

 Dengan dibukanya Fakultas Kedokteran, maka di UMS kedepan akan terdapat lima fakultas, menambah empat fakultas yang sudah ada selama ini yaitu Fakultas Keguruan, Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Agama.

 “Jadi kerjasama dengan Unair ini untuk banyak hal baik pengembangan program studi,
penelitian, dsb., bukan hanya untuk persiapan pembukaan FK saja, dimana untuk ini akan dilakukan
MoA (Memorandum og Agreemen/Nota Kesepakatan) dengan fakultas yang sama yaitu FK Unair.
Karena itu sebagai payung hukumnya maka MoU ini dilaksanakan terlebih dahulu,” kata Dr. dr. Sukadiono, MM.

 Tampak ikut menyaksikan penandatangan MoU antara Unair dengan UMS ini antara lain
Wakil Rektor III Unair Prof. Soetjipto, dr., MS., PhD., Sekretaris Unair Dr. M. Hadi Subhan, SH., MH., Wakil Rektor I UMS Dr. Abdul Azis, Wakil Rektor III UMS Dra. Mas’ulah, MA, serta para dekan di Universitas Muhammadiyah Surabaya. (*)
 
Cegah Penyakit Ginjal dengan Perbaiki Lingkungan
Kantor Manajemen – Warta Unair

 Prof. Djoko Santoso,dr,PhD,SpPD,KGH,FINASIM merupakan salah satu dari tiga guru besar yang dikukuhkan pada tanggal 18 Januari 2014.Prof Djoko Santoso adalah guru besar ke 416 dan ke 124 berdasarkan badan hukum Universitas Airlangga (UA).Beliau juga menjabar sebagai Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran UA.Sebagai ahli penyakit dalam beliau mengungkapkan pentingnnya tindakan preventif dan promosi terutama dalam penyakit ginjal.Sehingga dalam orasinya beliau mengangkat sebuah paradigma baru yaitu Menuju
Kesehatan Ginjal Berbasis Pencegahan.

 Menurut Profesor kelahiran Jombang, 26 April 2014 ini 2% dari dana APBN dikucurkan kepada Departemen Kesehatan dan hal tersebut masih kurang untuk menjalankan
program kesehatan yang baik.Sementara itu,BPJS dirasa masih belum mampu untuk
menutupi semua pengeluaran yang dibutuhkan dalam pengobatan.

 “Untuk cangkok ginjal misalnya, dibutuhkan biaya Rp 1,5 M untuk seorang pasien.
Sedangkan untuk cuci darah sendiri yang membutuhkan biaya Rp 900.000,- untuk sekali
cuci darah dan satu pasien,jika ada 100 pasien dalam satu rumah sakit sudah pasti tidak cukup untuk mengcover kan,belum lagi masyarakat miskin yang tidak dapat menikmatinya.
Inilah akibat dari politik kesehatan kita yang terlalu condong pada sisi pengobatan, dan mengabaikan pentingnya sisi pencegahan,” jelas Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran UA

 Menurut beliau pencegahan itu perlu digalakkan kembali dengan filosofi,
memposisikan Gagal Ginjal Kronis (GGK) sebagai kegagalan penyesuaian terhadap
lingkungan bio-sosio-ekonomi. Meningkatnya penderita GGK, bukanlah karena faktor medis
semata, tapi juga karena faktor sosial,ekonomi,budaya,lingkungan dan bahkan politik.
Kebiasaan masyarakat sekarang bahkan sejak anak – anak yang terbiasa mengkonsumsi
makanan rendah serat dan malah rakus mengkonsumsi kadar gula,karbohidrat dan garam
yang berlebihan mendukung meningkatnya penderita GGK.Demikian juga dengan
membanjirnya minuman energi dan berkarbonasi.

 Sehingga terjadilah pergeseran kultur konsumsi masyarakat yang didukung dengan
rasa gengsi dari masyarakat sendiri. Masyarakat merasa naik gengsi jika mereka makan direstoran siap saji.Pergeseran ini akhirnya dari waktu ke waktu menjadi sebuah budaya baru yaitu kebiasaan dan kesenangan mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung
zat-zat yang potensial memicu kerusakan ginjal. Demikian juga dengan konsumsi rokok
yang makin meningkat dan makin menjangkau usia dini. Dengan demikian, faktor sosio –ekonomi sangat berperan atas melonjaknya prevelensi GGK sedangkan faktor medis dengan
segala teknologi canggihnya yang super mahal hanya berperan untuk mengobati orang
yang sudah terlanjur menderita penyakit ginjal, jika diumpamakan hanya sebagai pemadam
kebakarannya.

 Maka,arah kebijakan kedokteran yang sekarang ini terlalu berat ke pengobatan,
sebaiknya dialihkan ke arah pencegahan. Karena menurut beliau, strategi ini tidak sulit dilakukan dan lebih murah. Namun tidak hanya dari kebijakan kedokterannya saja yang perlu hijrah namun pola hidup masyarakat juga harus dirubah dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat yang didorong oleh pemerintah sehingga nantinya masyarakat akan merespon dan mengikuti paradigma ini.(Din)
 
“Curcumin” Cegah Kerusakan Otot
HUMAS UNAIR
    
Satu lagi “Putera Airlangga” mengukir prestasi di bidang keilmuan. Kali ini membawa kabar baik bagi olahragawan. Dalam sebuah penelitiannya, dr. Bambang  Purwanto, M.Kes (33) berhasil menemukan fakta dan mekanisme kerja curcumin (senyawa kimia yang banyak terdapat pada kunyit) dapat mencegah kerusakan otot akibat aktivitas eksentrik, misalnya berolahraga. Hal itu antara lain karena cara kerja curcumin yang mampu menstimulus anti-kerusakan sel sehingga akan menstimulus pula terhadap anti-kerusakan otot.

Bahkan ketika menjawab pertanyaan penguji, Bambang mengatakan bahwa polifenol yang oleh sementara orang dianggab bisa digunakan sebagai doping, maka kedepan oleh Lembaga Anti Doping di Indonesia (LADI) akan tidak diizinkan lagi peredarannya. Dengan demikian ia berharap melalui suatu pengembangan penelitian lanjutan maka curcumin bisa membantu upaya lembaga anti doping itu untuk menggunakannya sebagai subtitus (pengganti) stimulus, sebab curcumin tidak termasuk bahan yang dilarang untuk dikonsumsi baik menjelang, selama dan setelah berolahraga oleh LADI dan WADA (anti doping internasional).

”Saya berharap begitu, penelitian ini bisa menjembatani antara dunia olahraga dengan pengobatan herbal,” kata Staf Pengajar Fakultas Kedokteran (FK) Unair itu menjawab pertanyaan Ketua Penguji Disertasi Prof. Dr. Paulus Liben, dr., MS.

Selanjutnya dalam ujian terbuka yang dipimpin oleh Prof. Dr. Teddy Ontoseno, dr., Sp.A(K)., Sp.JP, FIHA, Ketua Prodi Ilmu Kedokteran Jenjang Doktor FK Unair, di Aula FK Unair, Selasa (21/1) kemarin, promovendus dr. Bambang Purwanto, M.Kes dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar Doktor (S3) dengan predikat Cumlaude. Laki-laki asli arek Pacar Kembang Surabaya ini merupakan lulusan Doktor FK Unair yang ke-659. Bertindak sebagai Promotor dalam ujian ini adalah Prof. Dr. Harjanto, dr., AIF., dan Co-Promotor Dr. I Ketut Sudiana, M.Si.

Seperti diketahui, curcumin adalah nama suatu senyawa bioaktif yang sering diteliti karena memiliki banyak khasiat bagi kesehatan. Sedangkan selama ini curcumin banyak terdapat pada kunyit (turmeric) maupun temulawak. Kunyit mengandung pigmen kuning sebanyak 3-6% dimana isinya adalah curcumin dan (Mills et al., 2000: Principles and practice of phytotherapy). Sedangkan temulawak kering mengandung curcumin sebanyak 1-4% (indofarma, 2000: Brief monography of 10 indonesian herbal medicines).

Dijelaskan oleh Dr. Bambang Purwanto, suspensi curcumin 4 mg/gram berat badan dalam minyak jagung yang diberikan per oral satu kali pada 24 jam sebelum lari downhill, terbukti mencegah kerusakan otot. Mekanisme kerja curcumin dalam mencegah kerusakan otot itu melalui inhibisi oksidasi protein dan inhibisi ekspresi p65 NF-kB. Oksidasi protein dan ekspresi p65 NF-kB itu terlibat dalam mekanisme kerusakan otot akibat aktivitas eksentrik sesaat.

Dengan demikian temuan dalam disertasi berjudul “Mekanisme Kerja Curcumin dalam Mencegah Kerusakan Otot Rangka Mencit yang Melakukan Aktivitas Eksentrik Sesaat” akan melengkapi temuan terdahulu yang melaporkan efek suplementasi curcumin pada pemulihan cidera otot. Dalam penelitian terdahulu, kata Bambang, curcumin memiliki aktivitas antioksidan, menghambat ekspresi p65 NF-kB dan menstimulasi hsp-27kDa, sehingga curcumin memiliki potensi mencegah kerusakan otot.

“Jadi curcumin tidak hanya memulihkan, namun juga terbukti mencegah kerusakan otot bila dikonsumsi 24 jam sebelum aktivitas eksentrik,” tandas Bambang Purwanto.

Dengan demikian mekanisme kerja curcumin dapat menjadi rujukan bagi pencegahan kerusakan otot menggunakan modalitas lain. Mekanisme kerja curcumin membuka peluang konsepsi antara pendekatan conditioning yang kapasitif dengan pendekatan proteksi yang meningkatkan potensi.  Sehingga perlindungan anggota tubuh dari cidera ini berdampak pada perbaikan performa dan prestasi olahraga.

Dengan ditemukannya efek pencegahan curcumin terhadap kerusakan otot ini, dibenarkan oleh beberapa penguji, akan membuka peluang pemanfaatan curcumin sebagai bahan herbal tradisional untuk suplemen olahraga.

Ikhwal dosis penggunaan curcumin, memang diakui tidak bisa serta-merta menghitungnya dengan membandingkan antara berat mencit dengan manusia. Tetapi, lanjut Bambang, asalkan dikonsumsi dalam batasan aman, yaitu 950 mg/hari (jika diminum 3 kali, maka tinggal membagi tiga), maka akan terhindar dari dampak negatif. (*)
 
Unair Lepas 900 “Ksatria Bidikmisi” “Goes to School”
PIH UNAIR

Wakil Rektor I Universitas Airlangga Prof. Dr. H. Achmad Syahrani, drs., MS., Apt., secara resmi melepas 900 mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi menjadi “Ksatria Bidikmasi” untuk “Goes to School”, Senin (20/1) di Gedung Manajemen Unair. Atas biaya dari AUBMO (Airlangga University Bidik Misi Organization) mereka diterjunkan ke sekolah asalnya dulu (SMA) dan sekolah-sekolah di sekitar daerahnya untuk menyosialisasikan Bidikmisi (Beasiswa Pendidikan Bagi Mahasiswa Berprestasi) dan SNMPTN 2014.

Dalam pesannya Prof. Achmad Syahrani mengatakan bahwa menjadi “duta” dalam menyosialisasikan beasiswa Bidikmisi dan SNMPTN adalah tugas mulia, karena akan menyampaikan informasi berkaitan dengan upaya pemerataan dan peningkatan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi kepada masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu atau bahkan miskin.

”Ini tugas mulia, tolong adik-adiknya dan tidak menutup kemungkinan orangtuanya juga diberikan informasi sejelas-jelasnya seperti Anda tahun lalu menerima informasi ini. Ajari cara mendaftar dan wawasan program studi yang diperlukan. Aksesnya sekarang lebih mudah sebab Kemendikbud sudah bekerjasama dengan PT Pos Indonesia, dan PT Pos itu ada di pelosok-pelosok,” kata Guru Besar Fakultas Farmasi Unair itu.

Misi ini sangat penting, lanjut Prof. Syahrani, sebab selama ini kita hanya mengagung-agungkan bahwa sumberdaya alam kita melimpah, tetapi jika itu tidak diimbangi dengan kemampuan sumberdaya manusia yang seimbang, maka sumber daya itu akan hilang diambil pihak lain. Dan bagaimana upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumberdaya manusia itu, kuncinya hanya ada pada pendidikan. “Jadi dalam misi ini, peran Anda sangat penting,” lanjut Prof. Syahrani.

Direktur Kemahasiswa Universitas Airlangga Drs. Koko Srimulyo, M.Si., menambahkan, untuk sementara “Ksatria Bidikmisi” yang diterjunkan ini untuk yang berasal dari Jawa, namun tidak menutup kemungkinan mereka yang dari luar Jawa juga melakukan asal mereka dalam masa liburan semester pertama ini juga pulang kampung. Tiap kelompok rata-rata menangani dua/tiga daerah yang berdekatan. Misalnya Ngawi, dengan Ponorogo dan Pacitan jadi satu tim. Kediri dengan Nganjuk, Mojokerto - Jombang, Blitar dengan Tulungagung dan Trenggalek, dsb.

Kepada para “ksatria” tersebut sudah dibekali pengetahuan bagaimana melakukan sosialisasi baik Bidikmisi serta SNMPTN, yang dilaksanakan selama dua hari tanggal 18 dan 19 Januari 2014 kemarin. Pemberdayaan mahasiswa penerima Bidikmisi untuk “Goes to School” ke sekolah SLTA-nya dulu dan ke sekolah di sekitar daerahnya seperti ini, merupakan kiat Universitas Airlangga untuk memenuhi kuota penerima Bidikmisi yang dibebankan Kemendiknas, dimana kuota Unair setiap tahun selalu meningkat.
Misalnya tahun 2011 ditarget 500 mahasiswa Bidikmisi tetapi mampu menerima hampir 600 orang. Kemudian tahun 2012 dari target 750 orang terealisasi 850 mahasiswa Bidikmisi, dan tahun 2013 lalu dari target 800 mahasiswa Bidikmisi terealisasi 900 orang. Sebanyak 900 orang inilah yang ditugaskan untuk tahun 2014 ini. Mereka juga didampingi oleh mahasiswa Bidikmisi tahun 2012 dan 2011 untuk mengantisipasi adanya kendala di lapangan. (*)

 
Unair Terjunkan 900 Mahasiswa Sosialisasikan Bidikmisi 2014
PIH UNAIR

Salah satu kiat Universitas Airlangga selalu bisa memenuhi kuota Bidik Misi (Beasiswa Pendidikan Bagi Mahasiswa Berprestasi) yang dibebankan Kemendiknas adalah melalui pemberdayaan sosialisasi yang dilaksanakan oleh mahasiswa penerima Bidikmisi tahun sebelumnya. Karena itu untuk menyongsong penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2014 ini, Direktorat Kemahasiswaan Universitas Airlangga, Sabtu (18/1) kemarin memanggil 900 mahasiswa penerima Bidik Misi tahun 2013 di Unair untuk diberikan penjelasan seputar aturan permohonan Bidik Misi.

Sosialisasi Bidik Misi tersebut dilaksanakan di Gedung Kahuripan, kampus C Unair Jl. Mulyorejo Surabaya, dan dibuka oleh Direktur Kemahasiswaan Unair Drs. Koko Srimulyo, M.Si., didampingi para dosen pendamping kemahasiswaan. Sedang dalam sosialisasinya diserahkan kepada Pengurus BEM, terutama yang memperoleh Bidik Misi tahun sebelumnya, yakni mulai tahun 2010-2011 hingga 2013.

Dalam pesannya, Dirmawa Drs. Koko Srimulyo, M.Si menjelaskan hendaknya dengan bangga dan rasa syukur penerima Bidik Misi tahun 2013 sudi melakukan sosialisasi sebagaimana ia alami saat masih di kelas XII SMA ketika menerima sosialisasi dari kakak-kakak kelasnya. Memang diakui, pihak sekolah dan atau siswa/orang tua siswa juga melakukan pencarian informasi baik melalui informasi telepon maupun browsing di internet tentang seputar beasiswa Bidikmisi.

”Biasanya baik siswa dan orangtua akan lebih sreg dan percaya jika yang memberitahu itu orang yang sudah menerima Bidikmisi,” katanya.

Sebagaimana diketahui, sejak program beasiswa untuk keluarga kurang mampu ini digulirkan pemerintah (Kemendiknas) tahun 2010/2011, hingga saat ini di Unair terdapat 3.000 mahasiswa penerima Bidikmisi. Rinciannya tahun 2010/2011 terdapat 1.250 mahasiswa, tahun 2012 terdapat 850 mahasiswa, dan tahun 2013 sebanyak 900 mahasiswa penerima Bidikmisi. Setiap tahun selalu diatas target. Sedang dari 3000 penerima Bidikmisi tersebut, sebanyak 98 mahasiswa diterima pada program studi paling favourit yaitu Ilmu Kedokteran pada Fakultas Kedokteran (FK) Unair.

”Dimana tahun 2013 saja ada 41 mahasiswa Bidikmisi yang diterima di FK Unair dan 10 di FKG Unair. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa dari keluarga tidak mampu pun bisa menjadi dokter, asalkan memang pandai dan lolos dalam seleksi SNM-PTN,” kata Pak Koko, panggilan akrabnya.

Seperti dikatakan sebelumnya, penjelasan ini perlu disampaikan untuk menanggapi rumor salah di masyarakat bahwa Pendidikan Dokter yang dikonotasikan berbiaya mahal itu dianggap “mustahil” untuk menerima calon mahasiswa Bidikmisi (kurang mampu). Jadi tidak benar bahwa Bidikmisi itu hanya untuk program studi yang bukan favourit atau berbiaya rendah.
   
Persyaratannya

Syarat pengaju Bidikmisi tahun 2014 adalah siswa SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk sekolah lain yang sederajat yang akan lulus tahun 2014. Selain itu lulusan tahun 2013 yang bukan penerima Bidikmisi juga masih diberi kesempatan, syaratnya juga tidak bertentangan dengan ketentuan penerimaan mahasiswa baru di masing-masing perguruan tinggi. Sedangkan usia siswa paling tinggi pada saat mendaftar adalah 21 tahun.

Aturan berupa “Tidak mampu secara ekonomi” yang dimaksud, adalah: pertama; pendapatan kotor gabungan orangtua/wali (suami/isteri) sebesar-besarnya Rp 3 juta/bulan. Pendapatan yang dimaksud meliputi seluruh penghasilan yang diperoleh. Sedangkan untuk pekerjaan non-formal/informal, pendapatan yang dimaksud adalah rata-rata penghasilan per bulan dalam satu tahun terakhir.
Jika tidak termasuk yang pertama, maka syarat yang kedua adalah: pendapatan kotor gabungan orangtua/wali dibagi jumlah anggota keluarga sebesar-besarnya Rp 750.000,- setiap bulannya.

Persyaratan orangtua juga ada, yakni pendidikan orangtua/wali setinggi-tingginya S1 (sarjana) atau Diploma-4 (D4). Kemudian data-data tersebut berpotensi akademik baik yaitu direkomendasikan oleh pihak sekolah.
Sedangkan pendaftar Bidikmisi difasilitasi untuk memilih salah satu diantara PTN atau PTS. Jika pilihan pada PTN maka seleksi masuk PTN-nya dilaksanakan melalui tiga jenis, yaitu SNM-PTN, SBM-PTN (Seleksi bersama Masuk PTN), dan Seleksi Mandiri di 1 (satu) PTN. Sedangkan jika pengaju Bidikmisi mendaftar di PTS maka pilihan seleksinya hanya di 1 (satu) PTS saja.

Kepada mahasiswa Bidikmisi Unair 2013 yang akan terjun ke sekolah-sekolah SMA-nya dulu, juga dipesankan untuk menyampaikan hal yang tidak kalah pentingnya, yakni kejujuran dalam memenuhi persyaratan, karena jika ini dilanggar maka akan berbuah sanksi. Misalnya tidak memberikan keterangan tidak benar baik secara lesan atau tertulis, kemudian melakukan pemalsuan dokumen pendukung pendaftaran, mengundurkan diri setelah ditetapkan sebagai penerima Bidikmisi karena diterima pada perguruan tinggi lain, dan terakhir; terbukti tidak memenuhi syarat sebagai penerima Bidikmisi.
“Sanksi yang bisa diberikan bisa berupa teguran tertulis, kemudian pencabutan status lulusan seleksi masuk PTN/PTS terhadap calon yang terbukti melakukan pelanggaran, sampai pembatalan pemberian beasiswa dan pengembalian biaya pendidikan dan bantuan hidup kepada negara terhadap penerima Bidikmisi,” kata Drs. Koko Srimulyo, M.Si., usai sosialisasi. (*)
 
Live Streaming
Audio Streaming
Chat Box