Harga beras di Indonesia terus mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini membuat masyarakat menjerit karena beras merupakan bahan pokok yang dikonsumsi hampir setiap hari.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga beras medium per 2 Maret 2024 mencapai Rp 11.850 per kilogram. Harga ini naik 5,4% dibandingkan dengan harga pada bulan Januari 2024.

Kenaikan harga beras ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

1. Cuaca Buruk

Cuaca buruk seperti hujan deras dan banjir yang terjadi di beberapa daerah sentra produksi padi menyebabkan gagal panen. Hal ini mengakibatkan pasokan beras berkurang dan harga beras naik.

2. Biaya Produksi Meningkat

Biaya produksi padi juga mengalami kenaikan, seperti harga pupuk, pestisida, dan biaya sewa lahan. Hal ini juga turut mendorong naiknya harga beras.

3. Permintaan Tinggi

Permintaan beras di Indonesia selalu tinggi karena merupakan bahan pokok. Ketika pasokan berkurang, harga beras akan cenderung naik.

4. Distribusi yang Tidak Merata

Distribusi beras yang tidak merata juga dapat menyebabkan harga beras di beberapa daerah berbeda-beda. Di daerah yang pasokannya sedikit, harga beras akan lebih mahal.

5. Spekulasi Pedagang

Spekulasi pedagang yang ingin mengambil keuntungan juga dapat menyebabkan harga beras naik.