Surabaya, kota pahlawan yang gemerlap dengan kemajuannya, tak luput dari berbagai tantangan yang menghadang. Di tahun 2024, di balik pesonanya sebagai kota metropolitan, Surabaya masih diwarnai dengan berbagai permasalahan yang menanti solusi.

Mari kita lebih tau kembali dalam berbagai isu krusial yang membayangi Kota Pahlawan ini, dan temukan akar permasalahannya yang belum tuntas hingga tahun 2024. Bagaimana solusi dan kolaborasi dapat menjadi kunci untuk mewujudkan Surabaya yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan? Berikut beberapa masalah khusus yang masih membayangi kota tercinta ini:

1. Kemacetan Lalu Lintas:

Meskipun telah diupayakan berbagai solusi, kemacetan di Surabaya masih menjadi momok bagi warganya. Pertumbuhan kendaraan pribadi yang tak terkendali dan infrastruktur jalan yang belum memadai menjadi faktor utama. Ditambah lagi, kurangnya kesadaran masyarakat dalam menggunakan transportasi publik dan budaya terburu-buru saat berkendara semakin memperparah situasi.

2. Banjir dan Genangan Air:

Curah hujan tinggi dan sistem drainase yang belum optimal membuat beberapa wilayah di Surabaya masih rawan banjir dan genangan air. Hal ini tentu mengganggu aktivitas warga dan menghambat roda ekonomi.

3. Sampah dan Pengelolaannya:

Volume sampah di Surabaya terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan gaya hidup konsumtif. Pengelolaan sampah yang belum optimal, seperti keterbatasan TPA dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah, masih menjadi PR besar bagi Pemkot Surabaya.

4. Pencemaran Udara:

Polusi udara akibat asap kendaraan, industri, dan aktivitas lainnya masih menjadi masalah serius di Surabaya. Hal ini berdampak pada kesehatan masyarakat dan kualitas hidup.

5. Kesenjangan Sosial:

Meskipun Surabaya telah menunjukkan kemajuan ekonomi yang signifikan, kesenjangan sosial antara kelompok kaya dan miskin masih terlihat jelas. Hal ini dapat memicu berbagai permasalahan sosial lainnya.